Pages

Minggu, 14 Februari 2016

Bersyukur

          Abuya Dimyathi (Cidahu Banten) menceritakan masa-masa saat menuntut ilmu kepada putranya, Muhammad Murtadho, "Babah, ketika masih menuntul ilmu di Pondok Kadupeusing, alhamdulillah tidak pernah merasakan susah ataupun sedih dalam menjalani hidup sebagai santri yang dlo'if dan tidak memiliki apa-apa. Sehingga tidak pernah terbesit untuk mencari uang demi memenuhi dan mencukupi semua biaya dan kebutuhan di pesantren, baik dengan cara bekerja dan usaha, apalagi harus meminta-minta kepada orang lain.

          Walaupan Babah hanya memiliki sehelai pakaian dan sehelai kain sarung yang Babah pakai, rasanya sudah merasa cukup dan itu yang harus babah syukuri. Dengan hanya memeiliki sehelai pakaian dan sarung saja sudah terasa berat mensyukurinya, apalagi jika banyak pakaian yang dimiliki.

          Ketika baju dan sarung yang babah pakai hendak dicuci, Babah harus merendamkan seluruh tubuh didalam kali sambil menunggu pakaian babah kering yang sedang di jemur di batu-batu besar."

          Mensyukuri nikmat tidak hanya sekedar mengucap hamdalah. Tetapi, nikmat tersebut harus kita gunakan sesuai fungsinya, untuk beribadah dan tidak kita gunakan untuk bermaksiat kepada pemberi nikmat.

"Sedikit yang kita mampu mensyukurinya, lebih baik dibandingkan harta banyak yang kita tidak bisa mensyukurinya." Sabda Rasulullah

Sumber : Buku "Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif, Ulama Salaf dan Nusantara"

0 komentar:

Posting Komentar