Pages

Selasa, 16 Februari 2016

Positive Thinking


      Pada saat Imam Junaid berangkat dari rumah menuju masjid untuk sholat jumat, orang-orang yang membenci beliau mengguyurkan air comberan hingga membasahi baju yang dikenakan. Diperlakukan seperti itu, Imam Junaid tersenyum kemudian berkata, "Orang yang sepantasnya kena api neraka, hanya disiram dengan air tidak sepantasnya untuk marah." Beliau akhirnya pulang kerumah dan meminjam kain yang dikenakan istrinya.

*******************************

          Imam Syafi'i dikenal memilii akhlak yang mulia. Sampai-sampai, orang-orang yang benci pada beliau tidak mampu membuatnya marah. Meskipun sudah mencoba beberapa cara.

      Suatu saat Imam Syafi'i menjahitkan sebuah kain agar dibuat sebuah baju kepada seorang penjahit. Orang-orang yang benci pada beliau setelah mengetahui ini, tidak membuang kesempatan. Mereka datangi penjahitnya. Dirayu dengan imbalan besar agar mau membuat baju yang ukuran lengan kanannya lebih kecil sekali dan lengan kirinya dibuat sangat lebar. tentu saja hal ini dilakukan untuk membuat Imam Syafi'i marah.

      Pada waktu yang telah disepakati, imam Syafi'i mendatangi penjahit untuk mengambil baju pesanannya. Setelah melihat baju yang telah jadi, dengan senyum beliau berkata kepada penjahit, "Semoga Allah membalas kebaikanmu. Kamu telah membuat tangan kanan sempit, ini pas sekali. Karena biasanya aku gunakan untuk menulis. Aku tidak perlu menyingsingkannya. Dan kamu telah membuat lengan yang kiri lebar. ini juga tepat sekali, karena biasa aku gunakan untuk membawa kitab."

*******************************

         Dari dua kisah ini kita bisa belajar apa yang disebut "Hukum Truk Sampah". Banyak seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti benci, frustasi, kemarahan dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.

         Jangan diambil hati, tersenyum saja, berpikir positif, lalu lanjutkan hidup. Jangan diambil sampa mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "Truk Sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Sumber : Buku "Petuah Bijak & Kisah Inspiratif Ulama salaf dan Nusantara"

0 komentar:

Posting Komentar