Garam didalam masakan itu bentuknya tidak terlihat, tetapi sangat mempengaruhi masakan. Orang jawa pada masa Walisongo meskipun sudah memeluk Islam, paling malas cuci kaki. Karena masih kental dengan tradisi hindu, agama yang mereka anut sebelumnya. Bahkan, masuk ke masjid pun tetep dengan kaki kotor. Sunan Kudus memikirkan cara agar mereka mau mencucikakinya saat ingin memasuki masjid. Dibuat jalan masuk ke masjid sebuah "jeding kobok", yaitu tempat wudhu yang di desain siapapun yang ingin wudhu, kakinya terpaksa harus di celupkan kedalam air setinggi mata kaki.
Berawal dari hal ini, tanpa sadar mereka akhirnya bisa membiasakan diri membersihkan kaki.
Orang jawa punya tradisi menaruh sepiring nasi dan lauk yang ditaruh dipojok rumah apabila ada anggota keluarganya yang wafat. Entah dengan maksud apa hal itu dilakukan. Ada yang bilang sebagai sesaji atau sebagai kiriman untuk orang yang wafat.
Suatu saat ada salah seorang yang menanyakan hukumnya pada seorang Kyai.
"Bagaimana hukumnya melakukan hal itu?"
"Silahkan, tapi mbok yo jangan satu piring, buat 40 piring."
"Ya, terus 40 piring ditaruh dimana saja?"
"Undang tetangga, beri tiap orang satu piring."
"Yang dipojok rumah bagaimana?"
"Satu piring ditaruh pojok tidak apa-apa."
Mereka akhirnya memiliki tradisi tahlilan dan sedekah saat kerabatnya wafat. Menggantikan tradisi sesajen yang sebumny mengakar kuat.
Orang hindu paling sakit melihat sapi di bunuh. Untuk menarik simpati pada dakwahnya, Sunan Kudus melarang pembunuhan sapi. masyarakat yang diajaknya lambat laun menerima dengan tulus dawah beliau.
Merubah tradisi dan kepercayaan yang telah mengakar kuat membutuhkan perjuangan dan proses yang lama. namun para Wali dan Ulama kita denga filosofi garamnya mampu melakukan itu dalam waktu relatif singkat dan hasil yang luar biasa.
Jika ingin sukses dalam dakwah, tirulah metode yang telah terbukti cocok dengan masyarakat Indonesia. Dakwah dengan nada geram dan mengkafirkan, Insyaallah kok gak laku disini.
Jika ingin memperbaiki sifat atau perilaku orang belum baik, filosofi garam ini juga bisa untuk dilakukan.
Sumber : Buku "Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama Nusantara"





Arina Rosyada


0 komentar:
Posting Komentar