Ketika bala tentara islam bertempur menghadapi tentara persia, orang-orang islam dengan pasukan kuda, sedang orang persia menggunakan pasukan gajah. Akan tetapi, karena kuda orang-orang islam tidak pernah mengenal gajah, dan sebaliknya gajah-gajah orang persia tidak mengenal kuda orang islam, maka kedua angkatan perang ini tidak pernah bisa bertempur. Baru hadap-hadapan saja, masing-masing kuda dan gajah lari tunggang langgang.
Seorang panglima islam mempunyai sebuah gagasan, agar orang-orang islam membeli sebanyak-banyaknya gajah, lalu dilatih berlari-lari supaya hidup rukun dengan kudanya masing-masing.
Pada saatnya dipandang telah tiba waktunya, pasukan islam menyerang tentara gajah persia. Kuda islam yang mengenal gajah-gajah dengan mudah menggempur pasukan gajah orang persia. Sebaliknya gajah orang persia yang tidak pernah bergaul dengan kuda tetap mempunyai ketakutang dengan kuda, sehingga akhirnya mereka dengan mudah di serbu dengan kuda orang-orang islam.
Kekalahan orang persia, antara lain karena gajah-gajahnya tidak pernah berkomunikasi dengan gajah.
Memburuknya hubungan pertemanan, persaudaraan atau pernikahan umumnya disebabkan oleh komunikasi yang buruk antara dua pihak. Kita terlalu sombong untuk memulai komunikasi, karena merasa tidak bersalah, merasa lebih tua, merasa lebih pintar dan yang lainnya.
Sumber : Buku "Petuah bijak & Kisah Inspiratif, Ulama Salaf dan Nusantara"





Arina Rosyada


0 komentar:
Posting Komentar